Rabu, 18 Juli 2012

= Blangkon

BLANGKON
Blangkon tidak sekedar busana sekedar menjalankan lakon.
Surjan juga bukan hanya menjadi kajian.
Ingat makna dari kata JAWA yang berarti "jujur" dan "merendahkan diri".

Hamemayu.
Jangan meremehkan sesuatu yang telah engkau ketahui apalagi melihat dengan sebelah mata terhadap sesuatu yang tidak engkau ketahui karena engkau akan menyesal dikemudian hari.
Ketika moyang telah berucap dengan hati yang teguh, tangguh dan tulus ikhlas, maka saat itu telah lahir kata-kata yang penuh makna, Hamemayu Hayuning Bawana, Turut Serta Mempercantik Indahnya Dunia dan Melestarikan Bumi.

Dunia, manusia, hewan, tumbuhan, alam semesta memang sudah cantik, tetapi kami tidak puas hanya sekedar mengagumi atau mungkin bahkan mengeksploitasi, akan tetapi kami mendapat tugas menjaga, melestarikan dan nguri-uri dengan hati yang penuh dengan kejujuran dan keikhlasan seperti yang menjadi makna dari kata JAWA tadi.

Menyatu.
Manusia selalu berproses dan belajar. Ketika engkau telah memutuskan untuk memakai Blangkon, maka engkau tidak saja telah memutuskan untuk memakai ageman atau busana kebesaran, akan tetapi engkau telah memutuskan untuk menghayati segala falsafah yang menyertai blangkon tersebut, engkau harus belajar terus untuk mengasah hati nurani agar tetap menjadi bagian dirimu agar engkau tetap selalu jujur dan rendah hati, engkau juga seyogya selalu membaca situasi dan alam semesta untuk mempertebal rasa kepedulian kita kepada Alam Semesta dimana kita berpijak serta peduli kepada sesama yang ada disekeliling kita maupun yang bertebaran diseluruh muka bumi.

Yogyakarta
by adMAM
25 Januari 2012
08:02

Tidak ada komentar:

Posting Komentar